Cara Menggunakan Alat Ultrasonografi: Panduan Praktis untuk Para Ahli Kesehatan Mata

Apa Fungsi Mesin Ultrasonografi Mata?

Alat ultrasonografi mata merupakan alat pencitraan diagnostik yang terutama digunakan untuk dua tujuan: mengukur panjang mata untuk operasi katarak (A-Scan) dan memvisualisasikan bagian belakang mata ketika pandangan terhalang oleh katarak atau darah (B-Scan).

Contoh aplikasi klinis yang umum antara lain:

  • Deteksi ablasi retina
  • Penilaian kekeruhan vitreus
  • Pemeriksaan skrining tumor intraokular
  • Pengukuran panjang aksial untuk perhitungan lensa intraokular (IOL)
  • Penilaian massa orbital atau benda asing

Karena mata berukuran kecil dan sangat sensitif, alat ultrasonografi oftalmik dirancang khusus dengan probe, frekuensi, dan batas keamanan tertentu.

Mesin Pemindaian AB Mata

Memahami Mode-Mode Utama Ultrasonografi dalam Perawatan Mata

Alat ultrasonografi mata menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar atau pengukuran anatomi bagian dalam mata. Dua jenis pemeriksaan utamanya adalah:

  • Ultrasonografi A-Scan: Menyediakan pengukuran satu dimensi, terutama panjang aksial, yang sangat penting untuk perhitungan lensa intraokular.
  • Ultrasonografi B-Scan: Menghasilkan gambar penampang dua dimensi untuk mengevaluasi segmen posterior ketika visualisasi langsung terhalang.

Sebagian besar alat ultrasonografi oftalmik modern, termasuk yang diproduksi oleh LINK Instruments, mendukung kedua mode tersebut dalam satu perangkat.

Cara Menggunakan Alat Pemindaian Ultrasonik Mata

Mempersiapkan Mesin Pemindai Ultrasonik Sebelum Ujian

Sebelum pasien tiba di mesin, lakukan langkah-langkah penting berikut ini untuk memastikan keselamatan dan kebersihan:

1. Pemeriksaan dengan Probe:

Periksa secara visual transduser untuk memastikan tidak ada retakan atau kabel yang terkelupas. Probe yang rusak dapat menyebabkan kebocoran gel atau menimbulkan sengatan listrik.

2. Desinfeksi:

Bersihkan ujung probe menggunakan larutan sabun dan air yang tidak abrasif atau disinfektan yang disetujui oleh produsen (misalnya, alkohol isopropil 70% untuk beberapa jenis probe, namun pastikan selalu memeriksa buku panduan).

3. Penempatan Pasien:

Dudukkan pasien dengan nyaman. Untuk pemeriksaan B-scan, pasien biasanya dibaringkan. Lakukan pembiusan pada mata dengan tetes anestesi (seperti Proparacaine), meskipun hanya satu mata yang diperiksa, untuk memudahkan perbandingan dan meningkatkan kenyamanan pasien.

4. Penyiapan Mesin:

Kalibrasi alat ini menggunakan blok uji plastik jika tersedia, lalu pilih pengaturan aplikasi yang tepat (Phakic, Aphakic, atau Pseudophakic).

Melakukan Pemindaian A-Scan (Biometri)

A-scan mengukur panjang aksial mata, biasanya untuk menghitung daya lensa intraokular (IOL) dalam operasi katarak.

Pendekatan Langkah demi Langkah:

  1. Pilih Teknik: Pilihlah antara metode Kontak (probe menyentuh kornea) atau metode Perendaman (cangkang berisi larutan garam). Metode Perendaman umumnya lebih akurat karena mencegah terjadinya kompresi kornea.

  2. Fiksasi: Mintalah pasien untuk menatap lurus ke depan pada titik fokus.

  3. Aplikasi: Kontak: Sentuh bagian tengah kornea dengan lembut. Jangan menekan, karena lekukan yang terbentuk akan memperpendek hasil pengukuran.

      Imersi: Letakkan cangkang skleral, isi dengan larutan garam fisiologis, lalu celupkan probe ke dalam cairan tersebut tanpa menyentuh mata.

  4. Ambil Gambar: Carilah grafik 1D yang memiliki lima “puncak” tinggi dan curam: Kornea, Lensa Anterior, Lensa Posterior, Retina, dan Sklera.

  5. Verifikasi Data: Peroleh 3–10 pembacaan yang konsisten dengan nilai kurang dari 0,1 mm variasi.

Melakukan Pemindaian B-Scan (Pencitraan Struktural)

Pemeriksaan B-scan menghasilkan gambar penampang 2D mata, yang sangat penting ketika pandangan terhalang oleh katarak atau darah.

Pendekatan Langkah demi Langkah:

  1. Oleskan Gel Pengikat: Gunakan gel oftalmik berbahan dasar air (gel PT standar dapat menyebabkan iritasi). Oleskan gel tersebut pada probe atau kelopak mata pasien yang tertutup.

  2. Orientasi (Aturan Penanda): Temukan titik atau garis putih pada probe. Sesuai kebiasaan, penanda ini harus mengarah ke arah superior (ke atas) atau ke arah nasal (ke arah hidung).

  3. Manuver Pemindaian:

  • Pemindaian Transversal: Letakkan probe secara sejajar dengan limbus. Gerakkan probe dari limbus ke arah forniks untuk mengamati satu kuadran dari bagian posterior ke anterior.
  • Pemindaian Longitudinal: Putar probe sehingga penanda mengarah ke pupil. Hal ini memberikan pandangan radial dari saraf optik hingga ke bagian tepi.
  • Pemindaian Aksial: Minta pasien untuk menatap lurus ke depan; letakkan probe tepat di atas pupil agar lensa dan saraf optik dapat terlihat dalam satu bingkai.

Penyesuaian: Sesuaikan pengaturan Gain. Gain tinggi lebih baik untuk melihat bintik-bintik pada vitreous; gain rendah lebih baik untuk mengidentifikasi struktur padat seperti tumor.

Perawatan dan Penyimpanan

  • Akhir Shift: Seka mesin dan probe. Simpan transduser di tempat penyimpanan khusus untuk mencegah kabel tertarik.

  • Kalibrasi: Periksa keakuratannya secara berkala menggunakan blok uji.

  • Pencadangan Data: Lakukan pencadangan sistem secara menyeluruh terhadap pengaturan default dan data pasien untuk meminimalkan waktu henti jika terjadi kegagalan perangkat lunak.

Perbedaan Utama antara Pemeriksaan Ultrasonografi A dan B

Fitur A-Scan B-Scan
Hasil Grafik 1D (Puncak) Gambar 2D (Peta Sonar)
Penggunaan Utama Pengukuran Panjang Aksial Visualisasi Patologi (Lepasan Jaring Mata)
Frekuensi Umum ~10 MHz 10–20 MHz

Pertimbangan Utama

  • Tekanan: Berikan tekanan seminimal mungkin atau jangan sama sekali, terutama pada kasus trauma, untuk mencegah pecahnya bola mata.
  • Energi: Gunakan pengaturan daya serendah mungkin untuk mencegah kerusakan akibat panas, terutama pada lensa.
  • Anatomi: Perhatikan bagian posterior bola mata yang cerah (koroid/retina), lensa yang lebih gelap, serta selubung saraf optik yang memanjang ke belakang.
  • Gerakan: Mintalah pasien untuk menggerakkan matanya guna memeriksa adanya perdarahan vitreus yang mengapung bebas atau partikel asing. 

Tips untuk Penggunaan yang Optimal

  • Kalibrasi mesin secara rutin untuk menjaga akurasinya.
  • Gunakan probe frekuensi tinggi (10 MHz atau lebih) untuk resolusi yang lebih baik.
  • Kurangi pergerakan pasien dengan memberikan petunjuk yang jelas.
  • Pastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan untuk mencegah kerusakan jaringan.

Cara Memilih yang Tepat Sistem Ultrasonografi

Saat memilih alat, para ahli perawatan mata mempertimbangkan:

  • Resolusi gambar
  • Kualitas dan frekuensi pengujian
  • Kejelasan perangkat lunak
  • Keterulangan pengukuran
  • Kemudahan penggunaan
  • Ketersediaan dukungan dan pelatihan dari produsen

Produsen ternama—seperti Shanghai LINK (linkeyegroup.com)—menawarkan sistem ultrasonografi oftalmik yang dirancang untuk kinerja yang stabil dan pencitraan klinis yang jelas.

Produk yang Direkomendasikan:

Mesin Pemindaian AB Oftalmik SW-2100
Mesin Pemindaian AB Oftalmik SW-2100
Mesin Pindai Mata A dan B ASP-100AB
Mesin Pindai Mata A dan B ASP-100AB

Kesimpulan

Ultrasonografi mata bukan sekadar alternatif—melainkan penyelamat dalam diagnosis ketika pandangan terhalang. Jika digunakan dengan benar menggunakan peralatan bersertifikat, metode ini memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat waktu dan menyelamatkan penglihatan.

Pertanyaan Umum

1. Apakah alat ultrasonografi mata aman?

Ya, ultrasonografi oftalmik pada umumnya sangat aman karena menggunakan energi non-ionisasi, namun harus digunakan secara hati-hati oleh tenaga profesional terlatih dengan pengaturan yang tepat dan khusus untuk mata guna menghindari potensi efek pemanasan ringan atau efek mekanis, terutama jika terjadi paparan dalam waktu lama atau penggunaan mode lanjutan seperti Doppler, dan prosedur ini sebaiknya dihindari jika terdapat dugaan ruptur bola mata.

2. Apakah saya bisa menggunakan probe yang sama untuk A-scan dan B-scan?

Ya, pada sistem ultrasonografi oftalmik modern, Anda sering kali dapat menggunakan probe yang sama baik untuk A-scan (pengukuran kuantitatif) maupun B-scan (pencitraan), terutama dengan transduser multi-frekuensi atau broadband yang lebih baru (Shanghai LINK), transduser multi-frekuensi atau pita lebar yang dirancang untuk fleksibilitas, meskipun pengaturan tradisional menggunakan probe khusus untuk masing-masing fungsi, dengan A-scan sering kali pada frekuensi yang lebih rendah (8 MHz) dan B-scan pada frekuensi yang lebih tinggi (10 MHz+) untuk resolusi yang lebih baik.

3. Berapa harga alat USG mata?

Harga mesin ultrasonografi mata (ultrasonografi oftalmik) bisa berkisar mulai dari beberapa ratus dolar untuk model bekas dasar hingga lebih dari $70.000 untuk sistem baru kelas atas, dengan kisaran harga umum untuk mesin khusus baru berkisar antara $5.000 hingga $75.000, tergantung pada merek, fitur (seperti B-scan, A-scan, atau kombinasi keduanya), portabilitas, serta apakah mesin tersebut baru atau telah diperbarui.

4. Apakah Shanghai LINK menyediakan pelatihan untuk alat USG mereka?

Ya, tersedia pelatihan dan dukungan yang komprehensif.

5. Apakah ultrasonografi mata dapat mendeteksi semua penyakit mata?

Metode ini sangat efektif untuk berbagai kondisi, namun digunakan bersamaan dengan alat diagnostik lainnya guna melakukan evaluasi yang komprehensif.

Mitra tepercaya Anda dalam perawatan mata global

“Mencari peralatan mata yang andal untuk klinik Anda?
Temukan perangkat bersertifikat dan berpresisi tinggi di LINK Instrument.
- Mitra tepercaya Anda dalam perawatan mata global.”
Beranda Beranda Produk Produk Email Email Mengobrol Mengobrol Pesan Pesan